Sabtu, 24 Juli 2010

Mengapa hati kita menjadi keras

Mengapa hati kita menjadi keras bahkan mungkin lbh keras daripada batu
(Oleh Ustad Firman)
Sering kita tahu tentang sebuah kebaikan tetapi berbarengan dengan itu muncul rasa enggan utk melakukannya karena berbagai alasan
Dan sering juga kita ngerti sesuatu dosa dan sia sia, tapi begitu lemah kita mengendalikan hati ini dan membiarkan nafsu menguasai kita

Kita berkilah dengan berbagai alibi utk membenarkan perbuatan salah kita dan kita pun berlindung dibalik argumen argumen yg hebat utk melindungi kemalasan kita utk melakukan kebaikan itu

Kita berangan2 utk melakukan kebaikan besar KALAU kita sdh mampu nanti dan kita selalu menganggap bahwa itu hanyalah kesalahan kecil biasa, padahal tidak ada yg kecil bila efeknya besar,
Bukankah orang selalu terpeleset oleh hal hal keci? Kulit pisang contohnya, atau karena terpeleset lidah yg berujung peperangan dan penjara?

Dalam tahajjud, dalam puasa, dalam sholat jamaah ada kebaikan, dlm shodaqoh, dalam kebersihan dan rapi ada kebaikan, dalam tadarrus dan baca Qur'an ada kebaikan tapi mengapa kita enggan utk bersegera melakukannya?
‎​Sementara kita selalu bergegas utk melakukan hal hal yg sia sia dan cenderung berdosa.
‎​Suatu hari Imam Abdul Qoyyim Aljauziah pernah berpesan "Hati2 dg 4 hal yg akan mwmbuat kita keras hati" bila seseorang sdh dikuasai oleh 4 hal ini, cenderung hatinya keras dan susah utk menerima nasehat dan susah juga dia mengambil pelajaran dari setiap kejadian yg ada.
Dia cenderung marah ketika dinasehati dan yg lbh berbahaya dia adalah dia selalu merasa benar dan tenang ketika melakukan kesalahan.

Keempat hal itu adalah:

1. Makan
Setiap orang melakukan bernbagai hal dan aktifitas mengatasnamakan perut tak terkecuali rampok, copet, atau korupsi. Tdk jarang kita menyaksikan nyawa manusia lebih murah dari seekor ayam hy karena uang recehan diterminal2 dan pasar pasar, atau hy karena masalah ketersinggungan harga diri.
Ketika seseorang yg dikuasai oleh urusan perut hatinya cenderung keras dan susah mendapat petunjuk Alloh. Krn dia menganggap bahwa yg penting bagi dirinya adalah makan dan kepuasan perut.
‎​Selanjutnya,

2. Tidur
Terlalu banyak tidur adalah potret orang orang malas. Jd masalahnya adalah MALAS. Bisa kita saksikan sekuat appapun dorongan dan motivasi diberikan kepada para pemalas. Nasehat dan pelajaran hanya akan berlalu begitu saja tdk berbekas dan dia akan merasa terusik bila ada orang yang menasehati krn seseorang akan selalu membela apa yg menurutnya penting dan malas adalah kenikmatan yg dirasakan oleh orang seperti dan patut dibela pikirnya.
3. Bicara
Mulutmu harimaumu. AlGhozali berpesan "sebelum kata terucap dia adalah tawananmu tetapi setelah kata terucap maka dirimu yg jadi tawannya" kecenderungan orang adalah membela pendapatnya apatah lagi bila dia sudah menyampaikan sesuatu. Yg fatal adalah bila yg sdh dia katakan adalah sesuatu yg ternyata salah, bila dikuasai ego orang tersebut akan susah menerima pendapat orang apalagi didepan bila disampaikan didepan umum

4. Hubungan Lawan Jenis (pacaran)
Cinta itu buta katanya,
Memang daya tarik lawan jenis sgt kuat utk membutakan hati seseorang dan pantaslah akan susah sekali jika kita menasehati orang yg sdg dimabuk asmara dan bahkan tdk jarang dia nekad utk melawan dan berontak bila org tersebut merasa terusik

Mdh2an Alloh melembutkan hati kita!!!!!! Amiiiiin

‎​Kelembutan hati akan membuat seseorang kembali kepada fitrahnya sebagai hamba yang ta'at beribadah dan tuduk kepada aturan aturan Alloh karena dia mdh utk didorong dan digerakkan ke arah kebaikan. InsyaAlloh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar