Selasa, 31 Mei 2011

TafsIr "Ar-rohmaan ar-rohiim" (al-fatihah: 3)

Tafsir Ahkam
Kandungan-kandungan Tafsir (لطائف التفسير)
Oleh: Ust. Riyan

Faidah dari penyebutan "Ar-rohmaan ar-rohiim" (al-fatihah: 3) adalah sebagai hasil dan penegas dari adanya kata "rabbul a'lamiin". Sesungguhnya kata "ar-rabb" mengindikasikan makna dari "al-kubriya'i (maha Agung/sombong), "as-sayadah" (Maha Menguasai),dan "al-qohru" (Maha Gagah/menghancurkan), dan kadang2 sipendengar suka menjadikan sebagai sangkaan bahwasanya "rabb" ini "Qohhaar" (mengahancurkan), dan Jabbarun (sombong). Dia tidak akan menyayangi kepada hamba2-Nya, sehingga merasuk ke dalam hatinya (sipendengar) sikap pesimis, putus harapan dan putus asa, maka untuk menhindari pemahaman dan sangkaan ini Allah swt mendatangkan setelah kata "rabb" ini sifat-Nya "ar-rohmaan ar-rohiim" sebagai penegas bahwa "rabb" disana adalah yg Maha Memelihara dengan penuh Rahman dan rahiim (kasih sayang), dan rahmat-Nya sangat luas meliputi segala sesuatu dan berbagai aspek kehidupan makhluk-Nya.

Abu Hayyan menjelaskan:
"Pertama kali Allah memulai dg menerangkan sifat rububiyah, jika "Rabb" ini diartikan dg as-sayidu (majikan), atau dg al-maliku (raja/penguasa), atau dg makna al-ma'bud (yg disembah), maka kata rabb tsb sebagai sifat dari perbuatan yg disifati oleh rabb ini, untuk penyelarasan kata rabb ini lalu Allah swt menampilkan dalam ayat berikutnya dg sifat "rahmaniyah" (pengasih) & "rahiimiyah" (penyayang), yaitu bertujuan supaya menghamparkan dan membentangkan pintu maaf yg menjadi cita-cita seorang hamba meski dia lupa kepada-Nya, dan untuk memotivasi hamba dalam mencapai harapannya (syurga) meski sering berbuat kesalahan"

Allahu a'lamu bishowab
(Tafsir ahkam: 1/28 dan Bahrul Muhith ibnu Hayyan: 1/19)
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar