Ust. Farhahd, ST
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمَِ
Alhamdulillah, hari ini 3 Agustus 2010 bertepatan dengan 22 Sya'ban 1431 H, kurang lebih seminggu menjelang shaum Ramadhan....
Siapapun kita, bagaimana pun kondisi kita, sehat ataupun sedang sakit seperti yang dialami penyusun, kita bersyukur masih bisa bersilaturahmi walaupun hanya lewat BB.
Semoga semua amal soleh yang telah kita lakukan mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah swt. dan semoga semua noda hitam dalam sejarah kelam perjalanan hidup kita mendapatkan ampunan-Nya.
Ikhwatu iman, realitas hidup saat ini yang terasa semakin ketat dan berat, banyak mengakibatkan orang kehilangan pegangan terjebak dengan maksiat dan dosa. Bagi orang beriman tentu saja tidak boleh terjadi, mengingat baginya masih punya tempat mencurahkan segala macam problematika hidup ini kepada Allah SWT melalui do'a yang ikhlas, khusyu dan benar.
Firman Allah dalam Q.S. 2 : 186
. وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
Allah SWT memberikan jaminan akan memenuhi setiap do'a hamba-Nya. Selain yang tercantum di ayat di atas, yang harus diperhatikan adalah sbb :
1. Tidak terburu-buru. (HR Imam Bukhari)
2. Hati yakin do'anya akan diijabah. Imam Bukhari meriwayatkan hadits Qudsi : "Aku ini bergantung sangka hamba, kalau si hamba sudah menyangka Allah tidak akan mengabulkan do'anya, maka tentu tidak akan dipenuhi-Nya"
3. Dilakukan dengan rendah hati, suara lembut, dengan perasaan takut tidak akan dikabul (khauf) dan keinginan kuat untuk dikabul (roja) (Q.S. 7 : 55-56). Ingat Allah itu dekat seperti Q.S 2 : 186, maka Berdoa itu dengan lembut, jangan berteriak keras-keras .
4. Tidak semua do'a dilakukan dengan mengangkat tangan, kecuali pada doa-doa yang memang ada dalilnya. Kita ucapkan salam kepada orang lain, masuk keluar WC, mau tidur, bangun tidur, masuk keluar masjid atau mau bepergian tak perlu mengangkat tangan karena tidak diperintahkan. Contoh yang diperintahkan mengangkat tangan adalah do'a ketika wukuf di Arafah, ketika istisqa dll.
Adapun faktor-faktor lain penyebab dikabulkannya do'a misalnya :
1. Apik dalam makan dan minum, jangankan yang haram yang subhatpun ditinggalkan.
2. Berbuat baik kepada orang tua (H.R. Al Bukhari). Ada seorang thabiin bernama Uwais al Qarni yang disiratkan Nabi saw. do'anya makbul, rahasianya ia punya ibu dan ia berbuat baik kepadanya.
Berdo'a itu bisa dilakukan kapan saja, tapi ada saat2 besar diijabah yaitu :
1. Ketika wukuf di padang Arafah
2. Antara adzan dan iqamat
3. Pada hari jum'at. Setelah shalat ashr
4. Dalam salat tahajud
5. Dalam sujud saat sholat
Setiap orang punya kesempatan yang sama untuk berdo'a dan dikabul do'anya oleh Allah SWT, namun ada yang punya peluang lebih diantaranya :
1. Orang tua untuk anaknya
2. Orang yang dizhalimi terhadap yang menzhaliminya.
3. Musafir
4. Orang yang shaum
5. Pemimpin yang adil
Sepertinya kalau dia seorang pemimpin yang adil, orang tua dari anaknya, sedang musafir dan sedang shaum. Mungkin do'anya lebih lebih didengar ya ???
Ikhwatu iman, mudah-mudahan kita bisa memanfaatkan ramadhan dengan semakin intens berdo'a kepada Allah. Tentu saja, di bulan-bulan yang lain juga, setiap ada kesempatan dan keinginan berdo'alah hanya kepada Allah SWT.
Sebab berdo'a itu hukumnya wajib, Allah mengkatagorikan orang yang tidak mau berdo'a sebagai manusia takabur.
Ikhwatu Iman, barangkali gambaran berikut ini bisa menjadi bahan tafakur bagi kita :
Dari 365 hari yang kita alami dalam setahun, ternyata kegiatan-kegiatan :
1. Ta'abudi kita
- Shalat wajib @ 5 mnt maka setahun hanya 6 hari.
- Pengajian mingguan @ 4 jam maka setahun hanya 2 hari
- Shaum setahun 30 hari
- Baca Quran 50 menit per hari setahun 13 hari
- Shalat sunnat 30 menit per hari hanya 8 hari Total satu tahun hanya 59 hari dipakai untuk beribadah, itupun mudah2an ikhlas, khusyu dan benar lagi ibadahnya ... (ieu nu ibadahna sedeng meureun? Duka nu barolong mah .... ?)
2. Non Ta'abudi : sisanya yaitu 306 hari untuk tidur/istirahat/tidur siang (120 hari @ 8jam per hari), nonton TV kalau 2 jam saja sudah menyaingi ibadah ta'abudi kita sekitar 30 hari per tahun, belum cari nafkah, ngobrol, main BB, ghibah, dll. Sisanya silakan itung sendiri.
Tentu saja non ta'abudi bisa menjadi ta'abudi bila niat dan caranya diridhoi Allah, diantaranya dengan melapadzkan do'a, sayang kita sering lupanya dari pada sering mengucapkan basmalah saat makan, tidur kita jarang mencontoh cara tidur rasul berdo'a ge kadang lupa, masuk keluar WC, masuk keluar masjid, saat berpakaian, dan saat-saat yang lain. Yang diingat mungkin ... Meureun ... Saat malem jum'atan, kecuali tentu saja ajlengan Toha dan csnya yang belum berkesampaian melakukan.
Kalau mengingat setiap detik dalam hidup ini adalah ibadah, ternyata mungkin ibadah kita baru sekitar 15 persen 59/365 hari. Mudah2an kita bisa menjadikan aktivitas non ta'abudi menjadi aktivitas ta'abudi.
Ikhwatu iman, mudah2an semuanya bisa bermanfaat bagi baraya khususnya bagi diri sendiri (rumasa ieu teh mapatahan sorangan).
Mudah-mudahan kita bisa mengamalkannya, ... Mohon maaf bila ada kesalahan .... koreksi saja, dalil kurang lengkap rupina ku asatidz Qurdist nyanggakeun.
Mudah-mudahan termotivasi.
وَْ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar