Selasa, 24 Agustus 2010

Tausiah BBM2

Tausiah BBM2
Ust. Deni Mulyadi

Saudaraku, terkadang apa yg kita inginkan/harapkan tidak sesuai dengan kenyataan, pada kondisi seperti itu tak jarang kita kecewa dan mengeluh bahkan tidak jarang pula kita menyalahkan Alloh dengan kalimat "Alloh tidak adil".
Saudaraku kita juga sering ketakutan tentang masa depan, bahkan mungkin kita sering merasa bahwa masa depan menjadi sesuatu yg membuat hati atau perasaan kita was-was, dan perasaan itu sepertinya pernah kita alami.
suatu malam sambil menatap wajah istri dan anaku yg sedang lelap tidur, sy gelisah membayangkan mereka, sy khawatir tentang hari esok, khawatir tentang masa depan mereka, sy takut tidak bisa memberikan yg terbaik buat mereka. kemudian malam itu juga saya mencoba meminta renungan tentang perasaanku itu kepada seorang ustd (orang tua kita semua) . Saya dapatkan jawaban yg membuatku segera memohon ampunan kepada Alloh.
jwb ustd : "ah kamumah kaya yg mau panjang umur saja, tenang saja atuh, biar Alloh yg ngurus kita, jangan oleh kita, karena oleh kita mah ga akan sempurna, tugas kitamah ibadah bukan NGABIBINGUNG masa depan".
Saya teringat sebuah tulisan, "jangan terlalu memikirkan masa lalu,biarkan masa lalu lewat karena kita tidak akan pernah kembali lagi pada masa lalu,dan merencanakan tentang hari esok adalah baik tetapi janganlah kita terlalu memikirkan hari esok,karena belum tentu hari esok akan bersama kita,karena tidak ada jaminan kalau esok hari kita masih bisa menghirup udara segar di pagi hari atau merasakan panasnya mentari, hari esok hanyalah sebuah permainan pikiran yg rumit, maka biarkanlah hari esok. jadi yg harus kita pikirkan dan lakukan adalah berbuat yg terbaik di hari ini karena hari ini adalah abadi". Seringkali kita menginterpensi sesuatu urusan yg jadi kewenangan Alloh,tak jarang dengan alasan masa depan kita lakukan sesuatu dengan menghalalkan berbagai cara. marilah kita banyak memohon ampunan n lindungan kepada Alloh dari bisikan setan laknatulloh yg bisa menjerumuskan kita pd jurang kehinaan n kehancuran

Sent from Madrasah Karya Madani Kabupaten Bandung Barat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar