Rabu, 11 Agustus 2010

Tausiah BBM2

Tausiah BBM2
Ust. Eri Khoerudin
‎​
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ikhwan fillah, rohimakumullah.
Mari kita yakini dan ingat akan adanya Allah tuk slalu memohon ridloNya.

Mari kita kagumi RasulNya sebagai pembawa risalahNya untuk selalu kita tauladani dalam langkah-langkah kita.

Ikhwan fillah, rahimakumullah,
Ibadah saum, termasyuk ibadah yang sudah tua di syari'atkan, sejak nabi Adam namun memiliki kaifiyah (cara)yang berbeda-beda, sebagaimana dinyataan dalam surat Al-Baqarah 183 "...kama kutiba 'alalladzina ming qablikum" ...sebagaima telah diwajibkan atas orang sebelum kamu.

Ibadah shaum yang di syari'atkan kepada kita selaku umat nabi Muhammad saw adalah saum ramadhan yaitu saum selama satu bulan penuh pada bulan ramadhan sebagaimana dalam surat Al-Baqarah 183,184 dan 185, ayat yang di turunan pada bulan sya'ban tahun ke dua hijrah, dengan demikian inilah yang menjadikan titik awal di syariatan saum ramadhan.

Ihkwan fillah, rahimakullah.
Dalam surat Al-Baqarah 183 terang sekali ayat tersebut ditujukan khusus kepada segenap kaum mu'min,mudah-mudah kita termasuk didalamnya. Amien

Dalam ayat tersebut juga di ungkapkan tujuan dari ibadah saum itu sendiri dengan ungkapan " ...la'allaum tattaquun" supaya kamu menjadi orang-orang bertaqwa, kalimah "la'ala" adalah ungkapan taraji/harapan yang pasti akan bisa didapat. Untuk sampai kepada suatu tujuan/harapan diatas tentu tidak mudah.

Dalam melaksanakan ibadadah untuk sampai kepada tujuan atau ibadah yang maqbul (diterima)tergantung kepada du'a hal yaitu niat dan kaifiyyah (tata cara)

‎​Ikhwan fillah rahimaumullah,
Dalam melaksanaan ibadah saum ini supaya menjadi ibadah yang maqbul (diterima), ada dua hal yang harus kita lakukan, yaitu :

1. Niat
Niat adalah suatu yang sangat peunting dalam melakukan ibadah apapun termasuk ibadah saum, niat juga menentukan akan suatu ibadah/ pekerjaan/perbuatan.

2. Kaifiyyah
Kaifiyyah atau tatacara sangat menentuan diterima (maqbul) atau mardud (ditolak) suatu ibadah, terutama dalam ibadah-ibadah mahdhah, sebagaimana sabda Nabi saw :

" Man 'amila 'amalan laisa amruna fahua raddun" barang siapa yang mengerjakan suatu pekerjaan tidak aku perintahkan maka dia ditolak. Kata orang sunda mah " cape gawe te pake

Dengan demikian, mari kita luruskan/bersihkan niat dan tertibkan/bereskan kaifiyah dalam melaksanakan ibadah.
Mudah-mudahan Allah menerima 'amal ibadah kita dan mengampuni atas kekhilafan kita. Amien.

Ikhwan fillah rahimakumullah
Demikian tausyihan yang dapat saya sampaikan, mohon maaf bila terdapat kesalahan, mudah-mudahan berman faat. Billahi taufik wal hidayah, rabbana atina fiddunya wal hasanan wafil akhirati hasanah waqina adzabannar.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar