Rabu, 04 Agustus 2010

Tausiah BBM2

Tausiah BBM2
Ust. Riyan

‎​بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمَِ

para hadirin ýâñg bersama-sama mengabdikan diri kehadirat Allah s.w.t. Manusia sebagai mahluk tuhan yang paling mulia, hidupnya didunia ini, selain harus menempatkan dirinya sebagi manusia serta memperlengkapinya dengan "iman" dan "amal soleh" itu, juga dia ia tidak melepaskan dirinya dari pergaulan dengan masyarakat.

Maka oleh karnena masyarkat terdiri dari bermacam-macam corak warna pribadi yang berbeda adat dan kebiasaannya, watak dan tindak tanduknya, kesenangan dan hobinya, juga berbeda kekayaan ðàñ pengetahuannya.
Untuk itu orang ýâñg beriman hidup dan penghidupan ini merupakan suatu perjuangan ýâñg tak dapat dihindarkan. Selalu harus dihadapinya dengan segala kemampuany ýâñg ada padnya.

Tepat sekali apa ýâñg digambarkan dalam sya'irnya Ahmad Sauqi Beq:"tegaklah berdiri diatas perjuangan selama hayat masih dikandung badan karena hidup itu untuk menegakkan aqidah dan perjuangan".
Justru karena itulah didalam dienul islam dinyatakan, bahwa hidup ditengah-tengah masyarakat itu mengandung dua tugas poko yang tak dapat diabaikan, yaitu:

1. Saling nasehat menasihati dalam HAQ/kebaikan, dan ke

2. Saling nasehat menasehati dlm KESABARAN.

Menghadapi persoalan ini, Rasul telah memberikan gambaran yang jelas sekali dalam hadisnya: "perumpamaan orang yang bergaul dengan orang soleh itu sperti orang yang bergaul dengan pedagang minyak wangi, meski tidak mendapatkan apa-apa dari hasil dagangannya itu, tapi sudah jelas ia akan terbagi pula wanginya. Sedangkn orang yang bergaul dengan orang yang buruk ahlaknya sperti orang yang bergaul dengan pandai besi, wlaupun tidak ikut hitam, tp pasti ia kena juga asapnya" (HR. Abu Daud).

Dengan keterangn ini, teranglah bahwa dalam pergaulan ini manusia akan saling pengaruh mempengaruhi. Barangsiapa yang kurang kuat benteng pertahanan batinnya, tentu ia akan kena pengaruh orang yang lebih kuat, bahkan ia akan tertawan ke dalam aliran yang lebih kuat.

Pada garis besarnya, yang dipandang msih belum mampu memiliki kekuatan benteng batinnya itu ada 2 dua golongan:

1. Yang hidupnya masih dalam taraf pertumbuhan, masih meniru-niru dan mencari bentuk, seperti dikalangan anak-anak dan pemuda,

2. Yang belum kuat urat tunggangnya, belum ​Stabil pendiriannya, ini terdiri dari orang yang masih minus kekuatan imannya, belum berurat berakar dalam keyakinanya.
Orang bilang 'imannya itu didalam perutnya (imanuhu fi batnihi) sehingga haluan hidupnyapun tergantung dari mana datangya isi perutnya itu.

Saudaraku yang mulia, untuk bekal hidup kita dimasa mendatang, pada kali ini, marilah kita pelajari dengan teliti bagaimana bntuk "iman" yang kokoh. Yang mesti dimiliki oleh tiap-tiap pribadi, aagar dalam pergaulan hidup ini, kita jangan sampai tertawan oleh pengaruh ajaran yang salah.

Dlm ksmpatan ini mari kita perhatikan alqur'an surat ibrohim: 24-25: "tidakah mrk perhatikan, bagamana Allah memberikan tamsil 'kalimat tayibat' seperti sebatang pohon yang baik, pangkalnya kukuh didalam tanah, cabangnya menjulang kelangit, ia menghasilkan mkanan pada setiap musim dengan izin Tuhannya, Allah memberikan perumpamaan itu kepada manusia agar mereka berfikir".

Melihat kandungan ayat tadi, jelaslah bagi kita bahwa alat perlengkapan untuk bekal kita terjun ketengah-tengah masyarakat itu terlebih dulu kita harus memperkuat jiwa kita masing-masing dengan iman dan keyakinan, yang terangkum dalam kalimat tayibat, yaitu kepercayaan dan keyakinan "Tauhid" yang terkndung dalam kalimat "laa ilaaha illallah" sehingga kita memiliki benteng hidup yang terdiri dari: "tidak ada lagi yang harus kita ibadahi kecuali Allah, tidak ada lagi yang kita tuju kecuali Allah, tidak ada lagi yang maha hidup kecuali Allah.

Dengan demikian kita akan menjelma menjadi orang yang berpribadi hidup subur, laksana sebatang pohon yang rindang, hebat dipandang orang, kekuatan pendiriannya teguh, tidak akan terombang ambing dengan ombaknya zaman, tidak terpengaruh dengan bergantinya musim, laksana pohon yang berbatang kokoh, berakar teguh dan berdri tegak dengan kuat.

Kepada masyarakat memberikan manfaat, menajadi rahmat bagi manusia, laksan pohon berbuah lebat dan enak dimakan. Semoga kita menempuh perjuangn ýâñg dihadapi kita hari ini dan selanjutnya selalu berusaha untuk menempatkan diri kita sebagamana ÐéñgàÑ gambaran ayat tadi, amien!

Wassalam
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar